TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA KE WEBSITE KAMI. BAGI ANDA YANG INGIN MEMPROMOSIKAN USAHA/PRODUK SILAKAN HUBUNGI CONTACT PERSON KAMI.WISATA-LAMANDAU AKAN SENANTIASA MENGUPDATE INFORMASI WISATA YANG ADA DI KAB.LAMANDAU

Senin, 20 Mei 2019

Bebantan Laman - Ritual Bersih Desa

Bebantan Laman adalah Ritual Bersih Kampung Ritual tahunan suku Dayak tomun dilaksanakan setiap tanggal 7 bulan juli setiap Tahunnya. Tradisi ini merupakan ritual bersih kampung dan benda-benda pusaka yang dipimpin oleh pemuka adat yang disebut mantir bebatan. Pada saat ini masih dilaksanakan di beberapa tempat diKabupaten Lamandau terutama di kecamatan Delang.


Tahukah Kamu?

Acara Ritual Bebantan Laman merupakan salah satu acara Ritual yang dilakukan oleh masyarakat Dayak Tomun yang menganut kepercayaan Hindu Kaharingan. Acara Ritual ini bertujuan untuk mengusir roh-roh Jahat, menjauhkan masyarakat desa dari malapetaka dan untuk mendapatkan keselamatan. Dalam Acara Ritual ini juga dilakukan pembersihan benda-benda pusaka yang dimiliki masyarakat dayak tomun...

Dimeriahkan dengan Berbagai kegiatan, seperti Bamboo Rafting (Rakit Bambu).
Bamboo Rafting Meriahkan Ritual Adat Bebantan Laman - guna memeriahkan kegiatan ritual adat Bebantan Laman (bersih-bersih kampung) tahun 2015, Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenibud) Kabupaten Lamandau mengadakan lomba susur sungai menggunakan rakit (Bamboo Rafting), Sabtu (4/7/2015). Lomba yang diikuti 31 tim dari 10 desa di Kecamatan Delang ini memulai start di Jembatan Sungai Sitongah dan finish di Topin Balai Kudangan.

Tradisi Ini menjadi pemandangan menarik lho !!!

TRADISI membasuh benda pusaka, masih lestari di Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau. Di kecamatan paling utara di wilayah Lamandau itu, tradisi ini disebut Bebantan Laman. Meski selalu berlangsung sederhana, tiap kali ritual Bebantan Laman digelar, selalu menjadi pemandangan menarik bagi banyak orang. benda pusaka yang dicuci merupakan barang yang sudah berusia sekitar dua abad.

Prosesi itu bukan hanya sekadar mencuci. Tetapi, kegiatan tersebut juga bermakna sebagai pelestarian tradisi umat agama Kaharingan. “Benda-benda pusaka yang dicuci di antaranya berupa keris, batu-batuan, mata tombak dan benda-benda keramat lainnya. pencucian benda keramat tersebut dipimpin loleh ketua adat dengan menggunakan darah ayam yang dicampur dengan tuak. Mereka meyakini, dengan membersihkan benda-benda pusaka tersebut, dapat mengusir roh jahat dan hal-hal tidak baik dari kampung mereka, sehingga diharapkan mendapat berkah.

Agar panen ladang berhasil, buah-buahan subur, diberi kesehatan dan kesejahteraan. Sebelum melakukan ritual, pemangku adat juga diharuskan berpuasa selama tiga hari. Mereka dilarang makan dan minum selain tuak dan pinang.


Sumur: 
 https://www.youtube.com/watch?v=eF-Zjv1xCi4&feature=youtu.be
https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=4755
 http://www.lamandaukab.go.id/portal/lamandaukab/situs-mobile/berita/0F8FE3D6A7D5A29.htm



0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | LunarPages Coupon Code