TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA KE WEBSITE KAMI. BAGI ANDA YANG INGIN MEMPROMOSIKAN USAHA/PRODUK SILAKAN HUBUNGI CONTACT PERSON KAMI.WISATA-LAMANDAU AKAN SENANTIASA MENGUPDATE INFORMASI WISATA YANG ADA DI KAB.LAMANDAU

Rabu, 19 Juni 2019

Wisatawan Minati Lamandau - 29.777 Wisatawan Selama 2018

Wilayah Lamandau mempunyai potensi yang menarik untuk dikunjungi. Hal tersebut dikarenakan Lamandau mempunyai daya tarik wisata alam dan budaya. Tak hanya wisatawan dari dalam negeri (domestik), ternyata wisatawan luar negeri juga tertarik mengunjungi Lamandau.
Wisatawan saat melihat festival babukung tahun 2018

Hal tersebut diungkapkan oleh Seksi Strategi Pemasaran, Bidang Promosi dan pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Lamandau, Rodias Hendi.

Tercatat, pada 2018, setidaknya ada 29.552 kunjungan wisatawan domestik dan 225 wisatawan mancanegara. Sehingga, total keseluruhan wisatawan mencapai 29.777. Wisatawan domestik yang berkunjung berasal dari masyarakat Lamandau sendiri maupun dari luar lamandau. Ia mencontohkan adanya wisatawan asal Jakarta yang berkunjung ke lamandau.
Arum Jeram
Menurutnya, Para wisatawan domestik memanfaatkan momen liburan akhir pekan untuk berwisata ke Lamandau. “Biasanya, wisatawan domestik berkunjung ke Lamandau saat hari libur, yakni sabtu – minggu,” tuturnya.

Berdasarkan data, jumlah wisatawan terbanyak terjadi pada bulan Juli, yakni mencapai 22.000 untuk wisatawan domestik dan 37 untuk wisatawan mancanegara. Pada bulan Juli, dinas pariwisata mengadakan dua kegiatan, yakni festival babukung dan festival lasqi.
Wisatawan dalam jamuan makan malam bersama penduduk lokal
Mengenai destinasi wisata lamandau, Hendi menjelaskan bahwa ada tiga wilayah utama di lamandau yang dijadikan destinasi wisata, yakni desa lopus, hulu jejabo, desa di delang. Sedang, daya tarik utama wisatawan adalah wisata alam dan budaya.

“seperti contohnya ketika para wisatawan datang berkunjung, mereka disambut dengan upacara adat, kemudian melihat budaya yang ada disana, seperti melihat orang menganyam dan membuat tuak tradisional,” ungkapnya.

Artikel telah terbit di SKH Kalteng Pos edisi 29 Desember 2018, rubrik pemkab Lamandau

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | LunarPages Coupon Code